Rubikku

Mau share aja =D..

3 hari aku blajar bld, 3 hari pula aku cuma tidur 4-5 jam, 3 hari itu pula aku menghabiskan waktu berjam2 didepan komputer dengan penutup mata serta dengan cube kesayanganku.

gila.. solve pertama awut2an, ga ada yg bener
disusul dengan sovle2 berikutnya
1x aku solve cuma ketuker 4-5 piece, seneng banget (gila aja, blm solve aja dah seneng)

lalu disusul dengan DNF2 selanjutnya pada hari kedua dan ketiga..


tetapi, ketika percobaan kesekian, aku merasa udah mengeksekusi semua dengan benar, dan aku tidak yakin akan kepastian solve cubeku kali ini, dengan bingung serta panik, aku segera buka blindfoldku, dan ternyata...



gak solve.. cacad..

dan setelah itu aku mencoba sekali lagi.. dan WOW! SOLVE ! WOW WOW!! aku teriak2 sendiri di kamar gr2 abis melewati 3 hari penuh cobaan hahaha..

lebay banget ya? but i do feel SO HAPPY , karena aku dah bisa BLD ^^, dan setelah itu, akurasiku bisa dibilang bagus (75%).

sekarang aku lagi mencoba multi blindfolded, dan rekorku hanyalah 2/2, belum menyentuh angka dan belum pernah mencoba lebih, karena aku mulai kuliah =D

ya itu dulu deh ^^

(sori lancang buat trhead ginian.. wkwkwk)

Views: 192

Replies to This Discussion

It's a nice thread. Would have been started it myself =)

Dan sepertinya cerita saya agak sedikit lebih panjang :D

Senang rasanya bisa mendalami dunia BLD. Seorang Chuck yang tadinya bukan siapa-siapa dalam speedcubing, sekarang lumayan jadi siapa-siapa lah ;) Diawali dari rasa takjub yang luar biasa saat melihat Mas Virkill melakukan BLD dalam waktu 3 menit, Multi BLD 4/4 dan 7/8, yang semuanya cuma saya tonton di Youtube. Karena walaupun udah kenal sama Mas Virkill dan hampir setiap minggu (waktu itu belum tiap hari) ketemu di gathering, herannya Mas Virkill nggak pernah BLD di situ. Saya cuma pernah liat Mas Virkill demo BLD di kompetisi perdana LTC, tapi hasilnya DNF ;D Haha.

Jadi saya agak segan untuk minta diajari, dan saya pun mulai belajar sendiri. Setelah memahami konsep Old Pochmann, kemudian saya minta arahan Mas Virkill soal tips-tips BLD dan memorisasi. Dari situlah segala ketertarikan saya menjadi semakin tak terbendung. Suka duka pembelajaran saya di awal BLD rasanya cukup terwakili dengan video nyentrik "My First Days on BLD" ;)

Setelah itu, nggak tanggung-tanggung saya ngambil average of 12 setiap hari selama sebulan. Padahal 3x3x3 speed aja jarang banget ngambil average. Saya pengen secepat Mas Virkill dan Ian, maka saya yakin porsi latihan saya pun harus dua kali lipat dari mereka. Dengan pedenya saya BLD di Galeria Mall, dan juga untuk pertama kalinya pula mencoba Multi BLD 2/2 dan 3/3 di sana.

Saya tidak sendirian. Ada Iway yang menemani belajar dari nol, dan Aris yang ketika itu sudah bisa M2. Mas Virkill jadi ikut tertarik BLD on the mall. Begitulah akhirnya BLD menjadi aktivitas yang tidak asing lagi pada gathering-gathering kami.

Dan semoga suatu saat nanti, tidak asing pula bagi banyak cuber di seluruh Indonesia ini =)

Mari mencetak WR!
Solve pertama didapat dari sekitar 6 hari total proses belajar kurang lebih 3-4 jam per hari. Karena kesibukan kerja ,sehingga kurang bisa spend banyak waktu untuk latihan BLD yg menurut saya menghabiskan cukup banyak waktu dan pikiran.
Uniknya 6 hari belajar itu terpisah beberapa bulan. 4 hari belajar pertama berakhir dengan hasil terbaik DNF dengan 2 corner flip. Setelah beberapa saat "malas" berlatih BLD, akhirnya memutuskan untuk segera mengakhiri penantian solve BLD pertama. Langkah pertama yg dilakukan adalah membuat PA untuk corner. Karena selama ini masih menggunakan PA edge untuk corner, yg terbukti sangat menyulitkan.
Hari ke-5 diisi juga dengan melakukan solve dengan metode BLD (old pochmann) tapi dengan mata terbuka, untuk refresh memory yg sudah lama tidak berlatih BLD, latihan setup move dan meminimalkan kesalahan eksekusi.
Dan akhirnya di hari ke-6 setelah 2-3 percobaan dengan mata tertutup DNF akhirnya berhasil mendapatkan solve pertama dengan waktu sekitar 11-12 menit (berhubung timer sudah mati jd hanya memperkirakan dari jam dinding :-S)
AKhir kata, siapapun anda apabila bisa melakukan solve dengan mata terbuka, saya yakin pasti bisa melakukannya dengan mata tertutup. yg dibutuhkan hanya kesungguhan untuk belajar dan dedikasi. Hal2 itu hanya bisa muncul dari diri sendiri, untuk masalah metode dan hal teknis lainnya semua disini pasti siap membantu :)
Mari belajar bersama.
Waduh, aku percobaan prtama aja blom tutup mata udah awut2an... solve kedua cuma edge doank yang solve.. hedeh...
ayo smangat !

Rizki "Zipeans" Nugrahanto said:
Waduh, aku percobaan prtama aja blom tutup mata udah awut2an... solve kedua cuma edge doank yang solve.. hedeh...
Suka dan duka percobaan BLD saya :

Entah kenapa saya saya sekarang jadi makin mencintai BLD. Setelah sebulan lalu mempraktekan dan ujicoba metode memorisasi yang paling enak bagi saya, dan akhirnya saya memilih menggunakan PAPA. Akhirnya solve pertama didapat ketika race BLD bareng Abel dan Pak Stevanus di LTC.

Ada 3 solve BLD yang saya rasakan sampai saat ini merupakan solve yang saya tidak lupakan yaitu ketika solve di Bis AC jurusan Bogor - Jakarta sehabis gathering di Botani Square. Waktu itu bis sedang sangat penuh2 nya sehingga saya tidak mendapatkan tempat duduk, sehingga akhirnya daripada berdiri, saya memilih untuk duduk di bawah dan melakukan BLD dengan menggunakan jaket sebagai penutup. Solve BLD kedua yang saya lakukan adalah ketika solve di kantor didepan para atasan saya. Bangga sekali rasanya saya bisa solve didepan orang banyak dan didepan mereka. Hal ini juga yang terus memotivasi saya untuk mencintai BLD. Solve ketiga adalah ketika main BLD dengan MR Virkill di LTC sehabis acara Djarum Black, MR Virkill melakukan multi BLD 2 cube, sedangkan saya hanya satu. Hasilnya saya DNF, dengan 2 corner dan 2 edge wrong. Walau DNF saya tetap senang karena bisa main BLD dengan MR Virkill.

Belakangan ini saya sempat mengalami hal yang Mr Chuck pernah utarakan yaitu discouraged yang terjadi karena seringnya terjadi DNF, sehingga seorang cuber akan berhenti untuk menekuni BLD. Tapi saya tetap tidak terpengaruh berapapun DNF yang saya dapat, karena hal itu memacu saya untuk lebih baik dan serius lagi dalam BLD. Pernah dalam sehari saya mengambil 20 kali percobaan BLD berturut-turut dan hasilnya yang solved hanya 3 dan 17 kali DNF. Ketika itu saya tidak berpikir untuk berhenti melakukan BLD karena akurasi yang begitu buruk. Yang saya pikirkan adalah bagaimanapun harus ada prosesnya, dan proses itu harus saya nikmati.

Sampai saat ini average waktu saya adalah sekitar 5-6 menit, dengan memorisasi sekitar 2-3 menit dan sisanya eksekusi. Saya menggunakan old pochmann untuk edge dan corner. Mungkin ini masih sangat lama. Dan ada rencana untuk pindah ke M2, namun tampaknya waktunya belajarnya sangat mepet dengan IO yang sebentar lagi. Sistem latihan saya untuk BLD adalah mengscramble sendiri cube sehingga semua piecenya menjadi wrong, jika ada yg correct maka saya scramble lagi. Hal ini membuat saya jadi terbiasa untuk melakukan memorisasi dengan banyak wrong piecenya, belum lagi jika banyak breaknya. Untuk porsi latihan, sulit untuk menetapkan jadwal yang tetap, karena saya baru lulus dan langsung dapat kerjaan sehingga waktu di rumah berkurang. Tapi belakangan ini saya sudah terbiasa untuk BLD setelah bangun pagi sebelum mandi, sebelum makan siang, sebelum tidur.

2 hari lalu saya akhirnya memutuskan untuk ikut BLD dan multi BLD di IO 2009. Sebenarnya saya berpikir tampaknya saya belum cukup ilmu untuk ikut BLD dan multi BLD di IO 2009. Saya mencoba email ke Mom untuk menambah event dan hasilnya ternyata positif. Lalu kenapa saya memutuskan ikut padahal ilmu saya belum cukup? Karena saya ingin merasakan atmosfer kompetisi BLD dan itu tentunya akan menjadi pengalaman yang sangat mahal harganya, sehingga dapat membuat saya menjadi lebih baik lagi dalam BLD. Saya berharap perjalanan BLD saya tidak sampai saat ini, karena masih banyak hal lagi yang perlu saya dalami dalam BLD.

Mohon maaf jika ceritanya panjang dan jika ada salah salah kata mohon dimaafkan. Thanks
MenMen said:
Ada 3 solve BLD yang saya rasakan sampai saat ini merupakan solve yang saya tidak lupakan yaitu ketika solve di Bis AC jurusan Bogor - Jakarta...

That's nice... =) Salah satu BLD saya yang paling berkesan juga di atas kendaraan, lebih tepatnya di atas pesawat sambil memorisasinya dipelototin sama orang Ambon di samping, dan setelah aku berhasil solved dia tambah-tambah melotot lagi. Padahal waktu itu waktuku masih 10 menit... ;D

MenMen said:
Belakangan ini saya sempat mengalami hal yang Mr Chuck pernah utarakan yaitu discouraged yang terjadi karena seringnya terjadi DNF, sehingga seorang cuber akan berhenti untuk menekuni BLD. Tapi saya tetap tidak terpengaruh berapapun DNF yang saya dapat, karena hal itu memacu saya untuk lebih baik dan serius lagi dalam BLD. Yang saya pikirkan adalah bagaimanapun harus ada prosesnya, dan proses itu harus saya nikmati.

That's exactly the spirit of BLD.

MenMen said:
...ada rencana untuk pindah ke M2, namun tampaknya waktunya belajarnya sangat mepet dengan IO yang sebentar lagi.

Yeah, switching method on just few days before competition will be a really bad idea.

MenMen said:
Lalu kenapa saya memutuskan ikut padahal ilmu saya belum cukup? Karena saya ingin merasakan atmosfer kompetisi BLD dan itu tentunya akan menjadi pengalaman yang sangat mahal harganya...

That's so right! See you at IO. =)
@Menmen
Mantap My man :)
sama dengan menmen.. aku lagi mengalami drop akurasi yg cukup tajam (mungkin gara2 kepedean udah bisa M2)..

aku lagi berusaha untuk memperbaiki akurasiku kembali..

jadi gak pede ke IO nih =(
wahhhh,, akhirnya berasil multi bld lagi. . yesss.. . 3/3 walo dengan waktu yang sangat lama . :D
Ian said:
Bermula waktu sekitar bulan april lagi jalan-jalan di Youtube. Aku nemu video Shelley Chang yang solving 3x3x3 Blindfolded. Setelah terkagum-kagum beberapa saat, aku hunting tutorial-tutorial blindfolded.

Oh Shelley... ^_~ Dirimu memang selalu menginspirasi banyak orang.
Mungkin aku yang terlama belajar BLD, maklum bikin stress. He he he.....
Metode old pochmann sudah kupelajari sejak april, sudah bisa solve dengan mata terbuka, tapi selalu gagal dengan mata tertutup yang aku ngga tau salahku dimana. Akhirnya kapok belajar BLD kemudian ditinggal selama sebulan.
Sebulan kemudia chat ama virkill tentang PAPA method, tapi keputus ngga sempet belajar cara memo.
Jadi kemudian aku cuma bisa metode solving dan memonya, ngga tau bagaimana memakai memo itu di solvingnya. Tak coba dengan mengingat misal kiri ada warna apa kemudian kanan ada warna apa. Jadi gagal terus BLD, ahkhirnya kapok dan ngga meneruskan BLD.

Akhirnya awal agustus setelah minta ijin sama mom untuk ikut single BLD di IO aku baru mau belajar lagi BLD lebih serius (iya nekat ndaftar dulu buat motivasi belajar). Kemudian setelah tanya2 ama mas chuck dan melihat video beliau baru aku ngerti bagaimana cara menggunakan PAPA untuk memo dan hubungannya sama metode solvingnya, kata kunci yang selalu kuabaikan dalam memo adalah : urutan Shooting!!! Oh my god! padahal di video yang pertama kupelajari yaitu videonya badmephisto udah dikasih tau tentang memo urutan shooting, cuma karena membosankan tak skip aja. :D

Akhirnya beberapa hari setelah mempelajari metode M2 dan tanya2 mas chuck aku bisa solving untuk pertama kali. Horrey. Pertama kali diwaktuin belasan menit, kemudian turun terus sampe sekarang bisa 4-6 menit dengan akurasi 25% (wakakakaa, yang penting sudah bisa, nanti tak tingkatkan lagi akurasinya)

Jadi total untuk belajar sampai mengerti dan bisa solving BLD adalah 4 bulan. Ada yang bisa ngalahin?
:D
akurasiku skrg cuma 1/10... kapan balik lagi ke 8/10 ya... =( semakin ga pede...

RSS

About

Dd Crow created this Ning Network.

Badge

Loading…

© 2013   Created by Dd Crow.

Badges  |  Report an Issue  |  Terms of Service

Welcome to Rubikku, the home of Nusantara Speedcubing Association and all Indonesian cuber.