Rubikku

Seperti kita ketahui, penggemar speedcubing sekarang bertambah sangat banyak, namun terbatas pada 3x3 speed, sedangkan untuk bigcubes perkembangannya masih belum seimbang dibanding 3x3 speed. Masih terlalu sedikit yang mendalami dan maju pesat di big cubes. Di bidang speed 3x3 kita sudah hampir mengejar negara lain, tapi untuk big cubes masih bisa dikatakan masih jauh dan peminatnya juga belum terlalu banyak. Begitu banyak sumber di internet dan begitu banyak video mengenainya, yang kadang membingungkan, tanpa arahan mana yang baik untuk dipelajari terlebih dahulu dan mana yang belakangan. Untuk itu saya tergerak untuk membantu dan mempermudah teman-teman dalam mempelajari bigcubes. 

Dan untuk permulaan, saya akan memberikan kompilasi video tutorial edge pairing 4x4, yang saya ketahui dan saya rekomendasikan untuk dipelajari berikut sedikit ulasan mengenai masing-masing pairing.

bigcubes.com 2 at a time
Bisa dikatakan pairing 2 at a time adalah salah satu pairing basic yang wajib untuk dipelajari oleh siapapun yang berminat untuk bisa lebih cepat daripada pairing beginner. Konsepnya sederhana, bagaimana ketika center dislice untuk membuat satu pair, dan memanfaatkan gerakan slice center ketika kembali membentuk satu pair lagi. Banyak cuber menggunakan pairing ini dan bisa sangat cepat seperti Feliks Zemdegs, Erik Akkersdijk, Juan Juli Andika chandra, Fikri dll.


bigcubes.com 6 at a time
Salah satu pengembangan pairing dengan memanfaatkan gerakan slice center. Masing2 edge di setup agar ketika center dislice tercipta 3 pair, dan ketika kembali tercipta lagi 3 edge. Walaupun terdengar bisa menghasilkan pair lebih banyak daripada 2 at a time, namun pada kenyataanya, waktu untuk mensetup lebih banyak daripada 2 at a time, sehingga waktu yang dihasilkan hampir sama. Setelah 6 at a time bisa dilanjutkan dengan 2 at a time.


nakaji's freeslice
Walaupun disebut nakaji edge pairing, namun sebenarnya pairing ini diadopsi dari 5x5 freeslice edge pairing ala Frank Morris. Center dislice terus tanpa harus kembali untuk membentuk pair. Dan diutamakan untuk menyelesaikan 4 pair terlebih dahulu dan disimpan di layer U. Setelah 4 pair jadi di layer U kemudian cube diputar z2 sehingga 4 yang sudah jadi terletak dibawah. Kemudian dilanjutkan untuk membentuk 4 pair lagi untuk mengisi layer U. Ketika 8 pair sudah selesai baru center slice dikembalikan dan dilanjutkan menyelesaikan 4 pair terakhir dengan 2 at a time ataupun freestyle seperti 5x5. Pengguna edge pairing ini tentu saja sang legenda Yu Nakajima


Syuhei's 3-6-3
Pairing ini cukup populer setelah Syuhei Omura berhasil merebut WR single, yang kemudian diambil oleh Dan Cohen. Konsep dari pairing ini didasarkan pada bigcubes.com 6 at a time, perbedaannya adalah, cube tidak disetup dulu baru dislice, tapi dislice dulu baru disetup untuk membentuk 3 pair pertama. Kemudian lakukan 6 at a time dan menyisakan 0~3 pair untuk diselesaikan. Salah satu keuntungan dari pairing ini adalah seringnya terjadi lucky case, yaitu ketika cube pertamakali dislice terjadi pair secara kebetulan. Pengguna edge pairing ini tentu saja Syuhei Omura, kemudian di Indonesia yang saya ketahui adalah Jani dan Marcell


Dan Cohen's K4/reduction hybrid
Dan Cohen bisa solving 4x4 dengan reduction method atau K4 method sama baiknya. Sehingga dia dengan sangat mudah bisa menguasai edge pairing  yang menggabungkan keduanya. Dan Cohen bukan penemunya, namun dia salah satu yang mempopulerkannya. Konsepnya adalah bentuk opossite center warna cross yaitu putih/kuning, kemudian bikin 3 pair warna cross dengan memanfaatkan slice center yang belum jadi yaitu yang diantara putih/kuning. 3 edge cross yang sudah jadi ditempatkan di LF,LD dan LB, kemudian dilanjutkan dengan menyelesaikan center hanya dengan gerakan l slice, U, R, Rw. Selain itu tidak boleh dilakukan agar 3 edge cross yang sudah jadi tidak hancur. Setelah center selesai dilanjutkan dengan 2 at a time untuk membentuk satu lagi edge cross, kemudian dilanjutkan dengan pairing mirip pairing syuhei. Pairing ini memiliki tingkat lucky case seperti syuhei, dan salah satu keuntungannya adalah ketika pairing selesai, cross juga sudah selesai sehingga bisa langsung dilanjutkan ke F2L, karena 3 edge sudah diletakkan di awal pairing. Namun menurut saya pairing ini juga memiliki kelemahan, yaitu batasan putaran l slice, U, R, Rw yang agak membuat tidak bebas dalam membuat center. Namun dengan pairing ini terbukti sang monster big cubes Dan Cohen berhasil merebut WR single 4x4.


boyscout's custom pairing
Pairing ini adalah pairing custom/hybrid yang diusulkan oleh saya yang mempermudah saya dan juga menutup kelemahan saya dalam pairing. Pairing ini dimulai dengan 3 pair seperti pairing syuhei dan dilanjutkan dengan 2 at a time dengan 3 pair pertama mengisi DB,UB dan UF sehingga look ahead bisa fokus di kiri dan kanan tanpa mengkhawatirkan adanya edge yang sembunyi di DB atau UB yang tidak terlihat ketika look ahead.



Overall, semua pairing tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk, tergantung kemampuan sang cuber untuk memahami setiap metode pairing, kemampuan look ahead, dan kemampuan ketika menghadapi bad case dalam setiap pairing. Tips untuk mempercepat pairing adalah dengan berlatih memperlambat dan memaksa look ahead. Latih setiap setup-setup yang diperlukan sehingga semua bisa dilakukan dibawah kesadaran. Ingat speedsolving tidak memerlukan pemikiran, hanya pattern recognition dan dexterity (quote dari blah), pemikiran hanya dan sangat diperlukan ketika kita berlatih memahami dan memperlambat pairing.

Selamat mencoba dan happy cubing.
:)
PS: Saya mendengar Jani akan membuat video mengenai pairing Syuhei, kalau sudah jadi akan saya masukkan agar mempermudah teman2 memahaminya,\
Edit: Thx to Jani aku sekarang aku tau cara ngembed di thread. :D

Tags: 4x4, edge, pairing, speedsolving

Views: 311

Replies to This Discussion

@Arif Boyscout

Thanks bro buat video video kompilasinya. Lumayan buat tambahan referensi maen 4x4x4. Kalo aku seh masih pake syuhei 363 wkwkwkwkw....

RSS

About

Dd Crow created this Ning Network.

Badge

Loading…

© 2013   Created by Dd Crow.

Badges  |  Report an Issue  |  Terms of Service

Welcome to Rubikku, the home of Nusantara Speedcubing Association and all Indonesian cuber.